Sains

Inilah Manfaat ASI (Air Susu Ibu) Menurut Al Qur’an dan Sains

Jeripurba.com – Dalam ilmu pengetahuan (Sains), fakta mengenai manfaat Air Susu Ibu (ASI) bagi bayi terus ditemukan. Berbagai penelitian menyimpulkan jika menyusui bayi selama 2 tahun setelah kelahiran memiliki manfaat yang positif bagi ibu dan bayinya.

Selain sebagai asupan makanan utama (selama 6 bulan sejak kelahirannya), bayi yang baru lahir dapat memiliki kekebalan tubuh yang lebih baik. Dengan kata lain, bayi ASI lebih tahan terhadap serangan penyakit dari bayi yang tidak diberikan ASI.

Manfaat ASI

Manfaat ASI.

Kolostrum atau ASI yang keluar pasca melahirkan berwarna kekuningan. Dari berbagai penelitian yang telah dilakukan, Kolostrum bisa menjadi obat alami yang mengandung imun atau zat kekebalan tubuh yang sangat bermanfaat bagi bayi. Zat inilah yang dapat mencegah berbagai alergi hingga berbagai penyakit infeksi lainnya pada bayi seperti Diare dan Pneumonia.

Manfaat ASI juga dapat mempercepat perkembangan syaraf dan pertumbuhan sel-sel otak. Meski saat ini telah dibuat berbagai makanan pengganti ASI dengan proses yang sangat canggih, namun tidak bisa menggantikan ASI karena kesimbangan nutrisi dan zat-zat gizi didalam ASI berada di tingkat yang terbaik.

Berikut fakta dan manfaat ASI berdasarkan penelitian-penelitian yang dilakukan para ahli. Fakta-fakta ini dirangkum di laman kellymom dan beberapa situs menyusui lainnya.

Fakta dan Manfaat Air Susu Ibu.

  1. Kekebalan tubuh (imun) anak cenderung lebih kuat bila dibandingkan dengan anak yang tidak diberi ASI.
  2. Mencegah terjadinya penyakit seperti diare, pneumonia dan meningitis. Penyakit ini biasanya disebabkan oleh ganguan atau infeksi saluran pencernaan yang belum siap untuk mencerna makanan luar seperti bubur, susu, sereal, pisang, dsb.
  3. Ibu yang menyusui lebih dari 1 tahun ASI-nya mengandung lemak susu dan energi yang lebih banyak daripada ibu yang menyusui dalam waktu yang lebih singkat (Mandel 2005)
  4. Dari penelitian terhadap 250 balita di Kenya, rata-rata mereka mendapatkan 32% dari kebutuhan energinya dari ASI.
  5. ASI juga mampu mencegah bayi mengalami gizi buruk yang dilihat dari: berat badan, tinggi badan dan lingkaran kepala.
  6. Seorang ibu yang menyusui terus menerus, pada saat bayi berusia 13 hingga 23 bulan, kandungan nutrisi dari 448 mL air susu ibu (ASI) adalah:
    • 29% dari kebutuhan energi dalam satu hari.
    • 43% dari kebutuhan protein dalam satu hari.
    • 36% dari kebutuhan kalsium dalam satu hari.
    • 75% dari kebutuhan vitamin A dalam satu hari.
    • 76% dari kebutuhan folat dalam satu hari.
    • 94% dari kebutuhan vitamin B12 dalam satu hari.
    • 60% dari kebutuhan C dalam satu hari. (Dewey 2001)
  7. Dari faktor kecerdasan, anak yang minum ASI lebih lama memiliki IQ dan nilai yang lebih tinggi di sekolah.
  8. Kandungan faktor imun yang terdapat dalam air susu ibu meningkat secara signifikan pada tahun kedua dan juga pada saat anak disapih. Oleh karenanya, anak yang menyusu (ASI) lebih lama memiliki sistem kekebalan tubuh yang lebih baik.

Manfaat Menyusui Bagi Ibu.

  1. Menciptakan kedekatan emosi antara ibu dan anak. Walaupun banyak yang beranggapan bahwa menyapih anak lebih dini dapat membuat anak lebih percaya diri, sebenarnya tidak ada penelitian yang membuktikannya. Justru sebaliknya, kedekatan emosi antara ibu dan anak yang tercipta selama menyusui dapat menambah rasa percaya diri anak.
  2. Baik untuk kesehatan ibu. Menyusui lebih lama akan mengurangi resiko ibu terkena kanker payud*ra dan kanker ovarium.
  3. Membantu menjaga berat badan ibu. Menyusui membutuhkan banyak kalori, sehingga berat badan ibu lebih mudah kembali seperti semula.
  4. Memperlambat menstruasi. Banyak ibu yang berterima kasih karena terbebas dari kram perut yang biasa datang setiap bulan.
  5. Praktis. Ketika mengajak si kecil bepergian, menyusuinya tentu lebih praktis daripada membawa botol, susu bubuk, serta penghangat botol.

Namun tahukan Anda? jauh sebelum dilakukan penelitian tentang manfaat ASI, Allah SWT telah memerintahkan untuk memberikannya kepada bayi yaitu didalam Surah Al-Baqarah Ayat 233.

وَالْوَالِدَاتُ يُرْضِعْنَ أَوْلاَدَهُنَّ حَوْلَيْنِ كَامِلَيْنِ لِمَنْ أَرَادَ أَن يُتِمَّ الرَّضَاعَةَ وَعلَى الْمَوْلُودِ لَهُ رِزْقُهُنَّ وَكِسْوَتُهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ لاَ تُكَلَّفُ نَفْسٌ إِلاَّ وُسْعَهَا لاَ تُضَآرَّ وَالِدَةٌ بِوَلَدِهَا وَلاَ مَوْلُودٌ لَّهُ بِوَلَدِهِ وَعَلَى الْوَارِثِ مِثْلُ ذَلِكَ فَإِنْ أَرَادَا فِصَالاً عَن تَرَاضٍ مِّنْهُمَا وَتَشَاوُرٍ فَلاَ جُنَاحَ عَلَيْهِمَا وَإِنْ أَرَدتُّمْ أَن تَسْتَرْضِعُواْ أَوْلاَدَكُمْ فَلاَ جُنَاحَ عَلَيْكُمْ إِذَا سَلَّمْتُم مَّآ آتَيْتُم بِالْمَعْرُوفِ وَاتَّقُواْ اللّهَ وَاعْلَمُواْ أَنَّ اللّهَ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ

“Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara ma’ruf. Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya. Janganlah seorang ibu menderita kesengsaraan karena anaknya dan seorang ayah karena anaknya, dan warispun berkewajiban demikian. Apabila keduanya ingin menyapih (sebelum dua tahun) dengan kerelaan keduanya dan permusyawaratan, maka tidak ada dosa atas keduanya. Dan jika kamu ingin anakmu disusukan oleh orang lain, maka tidak ada dosa bagimu apabila kamu memberikan pembayaran menurut yang patut. Bertakwalah kamu kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.”

Kemudian didalam Surah Luqman Ayat 14.

وَوَصَّيْنَا الْإِنسَانَ بِوَالِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ وَهْنًا عَلَى وَهْنٍ وَفِصَالُهُ فِي عَامَيْنِ أَنِ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَ إِلَيَّ الْمَصِيرُ

“Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.”

Lalu berapa lama sebaiknya ASI diberikan kepada bayi sejak kelahirannya?.

Seperti anjuran didalam Al Qur’an, UNICEF dan WHO menganjurkan agar Ibu memberikan ASI hingga 2 tahun demi kesehatan anak yang lebih baik.

Di Indonesia, pemerintah juga menganjurkan hal yang sama dengan UNICEF dan WHO, yaitu selama 2 tahun. Sementara American Academic of Pediatric serta Health Canada menganjurkannya hingga 1 tahun.

Pertanyaannya kemudian, haruskah bayi di sapih setelah menginjak usia 2 tahun?.

Saat memasuki usia 2 tahun, ibu biasanya kebingungan karena sudah tiba waktunya untuk menyapih buah hatinya. Nah, haruskah anak langsung berhenti menyusu saat itu juga?

Meski belum banyak penelitian mengenai menyusui setelah usia 2 tahun, namun berbagai informasi menyebutkan jika ASI tetap memiliki nutrisi dan imun yang baik selama ibu menyusui anaknya. Tentu saja jika Ibu mengkonsumsi cukup makanan bergizi yang berimbang.

Menurut dokter spesialis anak dari RS Pondok Indah, dr Yovita Ananta, SpA, IBCLC, MHSM, seperti yang dikutip dari laman detik health, proses penyapihan hendaknya tidak dilakukan dengan buru-buru dan terkesan dipaksakan.

“Disarankan ibu memilih cara “weaning with love”, yaitu dengan perlahan dan jangan membentak anak. Buat deal saja, jadi misalnya anak mau tidak menyusu maka akan dibacakan dongeng tambahan oleh ibu. Yang pasti tidak disarankan pakai yang pedas atau pahit-pahit di payud*ra ya, bikin bikin trauma anak,” pesan dr Yovita.

Ibu justru akan stres karena penyapihan berlangsung lama dan merasa gagal karena masih terus menyusui. Padahal faktanya tidak selalu demikian.

“Tidak perlu buru-buru. Rekomendasinya memang berhenti menyusu saat anak berusia dua tahun, tapi bukan berarti saat itu anak benar-benar tidak boleh menyusu lagi,” jelas dr Yovita.

Mitos lain yang beredar, setelah dua tahun produksi ASI tidak lagi baik dan kandungan nutrisinya berubah. Dengan begitu banyak ibu-ibu beranggapan jika ASI tidak baik bila diberikan terus pada anak.

“Tidak benar itu, setelah dua tahun ASI tidak langsung berubah kandungan nutrisinya. Nutrisi ASI tetap yang terbaik. Penyapihan lebih dimaksudkan untuk meningkatkan kemandirian anak, bukan berarti setelah dua tahun kualitas ASI menurun,” lanjut dr Yovita.

Setelah mengetahui keutamaan ASI yang dimuat didalam Al Qur’an dan manfaatnya berdasarkan fakta ilmiah dari penelitian yang sudah dilakukan, mudah-mudahan bisa menjadi penyemangat buat ibu-ibu untuk memberikan yang terbaik bagi buah hatinya.

Jika artikel diatas menarik dan bermanfaat, silahkan sebarkan ke:

Inilah Manfaat ASI (Air Susu Ibu) Menurut Al Qur’an dan Sains,


Diterbitkan pada: Kamis, 5 Januari 2017
Rating : 4.56 / 5 dari 9 pengunjung

Berikan vote untuk artikel ini!

Tags:

Author: 

Owner, penulis merangkap editor di Jeripurba.com yang menyukai dunia teknologi dan otomotif.

author

Silahkan berinteraksi, berkomentar atau menyampaikan pesan. Bebas,,,, namun tetap ber-etika dan ber-tanggung jawab!. Komentar hendaknya masih berkaitan dengan artikel mengenai "Inilah Manfaat ASI (Air Susu Ibu) Menurut Al Qur’an dan Sains".

Dan mohon maaf jika tidak sempat membalas pertanyaan dan komentarnya. Jika bersifat sangat penting, silahkan gunakan form kontak. Terimakasih sudah berkunjung.

Copyright by: