Sosial Media

Keputusan Damai Kasus Pemerkosaan Mahasiswi UGM Mendapat Kecaman dari Netizen

Kasus pemerkosaan yang dialami oleh salah satu mahasiswi Universitas Gadjah Mada (UGM) yang berakhir damai mendapat kecaman dari warga net. Kejadian memalukan ini terjadi saat pelaku (HS) dan korban (AN) sedang menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN) pada 2017 silam di Pulau Seram, Maluku.

Kasusnya kembali terangkat paska diberitakan oleh media dari Badan Penerbitan dan Pers Mahasiswa (BPPM) Balairung. Dalam tulisan berjudul ‘Nalar Pincang UGM Atas Kasus Pemerkosaan’, Balairung memberitakan kejadian pemerkosaan yang dialami oleh AN dan sejumlah langkah yang dilakukan pihak UGM untuk menangani masalah tersebut.

Namun HS dan AN akhirnya sepakat mengakhirinya dengan damai. Menurut Rektor UGM Panut Mulyono, keduanya telah menandatangani kesepakatan damai dengan disaksikan beberapa pihak lain, di antaranya Dekan Teknik Niza, Dekan FISIPOL Erwan Purwanto, serta Wakil Rektor UGM, pada Senin kemarin (4/2).

Selain itu, Panut juga mengklaim bahwa keduanya sudah menganggap kasus ini telah selesai, maka dari itu nota kesepakatan damai akhirnya dilakukan.

“Penandatanganan dilakukan oleh AN, HS, dan saya selaku Rektor UGM persis jelang sore tadi. HS juga menyatakan menyesal, merasa bersalah, dan memohon maaf atas perkara yang terjadi pada Juni 2017 ke AN,” terang Panut seperti yang dikutip HAI dari Tribun Jogja.

Kasus yang berujung dengan kesepakatan damai antara kedua belah pihak ini pun lantas dibanjiri kecaman oleh banyak pihak, salah satunya para pengguna media sosial Twitter.

Kasus Pemerkosaan Mahasiswi UGM.

Kasus Pemerkosaan Mahasiswi UGM. (ilustrasi:tempo)

Sebuah akun Twitter bernama @Ayu_babyrice menilai bahwa UGM memberikan contoh buruk kepada masyarakat karena melindungi pelaku pemerkosaan dengan cara membujuk korban mengambil jalan damai.

“@UGMYogyakarta anda memberikan contoh jelek pada masyarakat. Pelakuk pemerkosaan dilindungi masa depannya, korban dibujuk supaya damai. Mengerikan,” tulis @Ayu_babyrice.

Selain itu, ada juga akun @tu_bil yang menilai kesepakatan damai untuk menyelesaikan kasus pemerkosaan merupakan langkah memalukan bagi kampus besar dengan segudang prestasi seperti Universitas Gadjah Mada.

“Satu kata ‘Memalukan… Oi ini UGM oi… Kampus besar dengan segudang prestasi, kenapa damai?” tulis @tu_bil.

Berikut kecaman-kecaman warga Twitter terkait keputusan Universitas Gadjah Mada yang memilih menyelesaikan kasus pemerkosaan AN dengan jalan damai.

https://twitter.com/Gustika/status/1092700538175737856

Banyak warga net menyesalkan keputusan damai dari kasus ini. Mereka khawatir jadi preseden buruk bagi mahasiswi khususnya mahasiswi yang tengah menuntut ilmu di UGM. Sumber: merdeka Via grid.

Keputusan Damai Kasus Pemerkosaan Mahasiswi UGM Mendapat Kecaman dari Netizen,


Diterbitkan pada: Rabu, 6 Februari 2019
Rating : 3.50 / 5 dari 2 pengunjung

Berikan vote untuk artikel ini!

Tags:

Author: 

Cewek yang punya hobi traveling ini menulis untuk kategori internet, sains dan tren media sosial.

author

Silahkan berkomentar dan berdiskusi. Bebas, namun tetap beretika serta bertanggung jawab!. Diskusi hendaknya masih berkaitan dengan artikel mengenai "Keputusan Damai Kasus Pemerkosaan Mahasiswi UGM Mendapat Kecaman dari Netizen".

Copyright by:
Jeripurba.com copyright