Sosial Media

Ojek dan Transportasi Umum Berbasis Aplikasi Online Boleh Beroperasi Lagi

#SaveGojek akhirnya membuat pemerintah mengkaji ulang keputusannya terkait dengan pelarangan ojek dan transportasi umum berbasis aplikasi online seperti Go-Jek dkk. Aksi protes dan penolakan ini bukan saja dari kalangan netizen dan pengguna setia layanan mereka. Bahkan mantan Presiden SBY dan Boediono juga menyuarakan ketidaksetujuan mereka atas pelarangan beroperasinya Go-Jek dkk.

Dalam akun Twitter pribadinya, mantan Wakil Presiden di era SBY itu menyerukan agar pemerintah dalam hal ini Menteri Perhubungan Ignasius Jonan, untuk mengkaji dan menata Go-Jek, bukan malah melarangnya.

Hal senada juga dilontarkan oleh Presiden Jokowi dan Gubernur DKI Jakarta, Ahok, agar ojek online perlu ditata ulang dan bukan dilarang untuk beroperasi. Bahkan Presiden Jokowi dalam Tweetnya seperti yang diberitakan oleh laman jberita.com mengungkapkan jangan karena aturan akhirnya rakyat yang dibikin susah.

Atas pembelaan Presiden Jokowi terhadap ojek online tersebut, akun Twitter Go-jek membalas dengan ungkapan terimakasih.

Sebelumnya, tagar #SaveGojek sempat menduduki posisi pertama di trending topik twitter Indonesia. Banyak kecaman dari netizen atas larangan beroperasinya ojek online. Tak sedikit pula yang berkomentar jika Go-Jek CS dilarang, akan banyak menciptakan pengangguran. Atas dasar itulah, bisakah Kementerian Perhubungan mencarikan solusinya?. Bagi netizen dan pengguna jasa ojek online, selama ini mereka sangat terbantukan dengan adanya ojek online berbasis aplikasi seperti Go-Jek, Grab-Bike, Blu-Jek, Lady-Jek, Go-Box dan Uber Taksi.

Gencarnya penolakan dari netizen dan masyarakat, akhirnya membuat pihak Kementerian Perhubungan menunda pelarangan beroperasinya Go-Jek dan ojek-ojek online lainnya.

Menteri Perhubungan (Menhub) Ignasius Jonan akhirnya memberikan dispensi membolehkan kembali beroperasinya sementara semua ojek berbasis aplikasi online. Dalam paparan yang disampaikan, ada lima poin yang menjadi pertimbangan seperti yang dikutip dari laman okezone.

1. Sesuai dengan UU 22 thn 2009, kendaraan roda dua tidak dimaksudkan untuk angkutan publik.
2. Karena realitas yang terjadi di masyarakat memperlihatkan adanya kesenjangan yang lebar antara kebutuhan transportasi publik dan kemampuan untuk menyediakan angkutan publik yang layak dan memadai.
3. Kesenjangan itulah yang selama ini akhirnya diisi oleh ojek. Belakangan terakhir di isi oleh layanan transportasi berbasis aplikasi online seperti halnya Go-Jek dkk.
4. Atas dasar itulah, sebgai solusi, akhirnya ojek dan transportasi umum berbasis aplikasi online dipersilahkan tetap beroperasi sampai transportasi publik dapat tersedia dan terpenuhi dengan layak.
5. Sehubungan dengan faktor keselamatan di jalan raya, yang menjadi perhatian utama pemerintah, dianjurkan untuk berkonsultasi dengan pihak Korlantas Polri.

Jika artikel diatas menarik dan bermanfaat, silahkan sebarkan ke:

Ojek dan Transportasi Umum Berbasis Aplikasi Online Boleh Beroperasi Lagi,


Diterbitkan pada: Jumat, 18 Desember 2015
Rating : 4.50 / 5 dari 8 pengunjung

Berikan vote untuk artikel ini!

Tags:

Author: 

Cewek yang punya hobi traveling ini menulis untuk kategori internet, sains dan tren media sosial.

author

Silahkan berinteraksi, berkomentar atau menyampaikan pesan. Bebas,,,, namun tetap ber-etika dan ber-tanggung jawab!. Komentar hendaknya masih berkaitan dengan artikel mengenai "Ojek dan Transportasi Umum Berbasis Aplikasi Online Boleh Beroperasi Lagi".

Dan mohon maaf jika tidak sempat membalas pertanyaan dan komentarnya. Jika bersifat sangat penting, silahkan gunakan form kontak. Terimakasih sudah berkunjung.

Copyright by:
Jeripurba.com copyright