Tips dan Trik

Test VPS Seharga $5 di DigitalOcean.Com

Murah, itulah yang pertama dicari. VPS seharga $5 per bulan di Digital Ocean dengan RAM 512 MB, bandwidth 1 TB, SSD Hard Disk 20 GB serta CPU 1 core 2 GHz. Sebelumnya, blog wordpress ini di tempatkan di shared hosting hawkhost. Sampai detik terakhir, hawkhost tetap perkasa menghandel blog ini dengan rata-rata visitor lebih dari 1000 pengunjung perhari. Paket yang saya pakai adalah paket standard yang akhirnya pada bulan ini hampir kehabisan bandwidth.

Dengan alasan itulah (selain resource CPU yang terus meningkat), saya ingin mencoba menempatkan blog ini pada VPS. pertanyaannya, mengapa bukan VPS di hawkhost saja. Jujur, karena keterbatasan dana. Kalaupun dana ada, tinggal kontak supportnya untuk migrasi ke VPS tanpa perlu pusing sendiri ngurusin masalah migrasi.

vps di digitalocean.com $5Browsing dan searching akhirnya jatuh hati ke VPS DigitalOcean.Com. Selain murah dengan teknologi cloud hosting, mereka menawarkan fitur-fitur yang cukup membuat jatuh hati. Berbekal pengetahun yang sangat minim mengenai VPS, saya order paket tersebut (paket 5 dollar per bulan) untuk sekedar testing menempatkan blog wordpress ini.

Pembayaran bisa melalui kartu kredit maupun paypal. Saya mengunakan Paypal untuk melakukan pembayaran (deposit). Setelah pembayaran selesai, akun VPS langsung jadi. Lihat-lihat sebentar control panelnya buat dipelajari.

Nilai plusnya, di DigitalOcean.Com semua tutorial mengenai VPS cukup lengkap. Mulai dari setup awal VPS sampai cara mengoptimalkannya. Tinggal dicari. Artikelnya dalam bahasa inggris. Lumayan meraba-raba untuk mengartikannya.

Langkah pertama adalah setup VPS dengan membuat/create Droplet. Saya memilih server San Fransisco dengan sistem operasi ubuntu 12.04 x32. Setelah Droplet dibuat, password root dikirim ke email. Kemudian, add on domain di droplet yang barusan dibuat sekaligus konfigurasi DNS-nya.

Berikutnya langsung instal Apache, MySQL, PHP (LAMP). Instal PHP Myadmin. Install dan set up multiple WordPress. Semuanya dilakukan via “Putty”.

Untuk keperluan upload file dan folder seperti folder wp-content dan bebarapa file wordpress penting lainnya dari blog ini, saya menggunakan “FileZilla”.

Setelah di upload/menimpa file wordpress di server, berikutnya menimpa databases mysql yang dibuat melalui PhpMyadmin. Setting DNS di domain register. Finish. Blog sudah bisa diakses. Tentunya dengan berbagai trial error sebelumnya 🙂 .

Saatnya melihat performance. Apa yang terjadi?. Saat jam-jam sibuk dan pengunjung blog lagi ramenya, blog ini tidak bisa di akses. Spek RAM 512 MB ini tidak mampu menghandel blog dengan pengunjung yang padat. Katakanlah lebih dari 3000 pengunjung perhari. Load mysql yang tinggi tidak mampu di handelnya. Sehingga blog blank (Error establishing a database connection) dan harus retart mysql untuk bisa mengkasesnya lagi.

Berbekal tutorial disana, saya coba instal memcache dan varnish serta sedikit optimalisasi pada plugin W3 Total Cache. Ada penurunan grafik pada network dan pemakaian CPU. Dimonitor sehari. Blog ini masih bisa berjalan walau sedikit lamban. Namun tetap saja Error establishing a database connection jika pengunjung lagi rame 🙁

Online Colleges, Best Online Trading, Online Forex Trading, Fx Trading, Online Trading Platforms

Kesimpulannya, untuk pengguna wordpress dengan trafik padat, pengunjung lebih dari 3000 sehari saya tidak menyarankan menggunakan paket dengan 512 MB RAM, belilah spek VPS DigitalOcean.Com yang diatasnya. Kecuali jika mau berpusing ria untuk mengoptimalkannya. Kita lihat kedepannya.

Jika artikel diatas menarik dan bermanfaat, silahkan sebarkan ke:

Test VPS Seharga $5 di DigitalOcean.Com,


Diterbitkan pada: Senin, 26 Agustus 2013
Rating : 4.67 / 5 dari 3 pengunjung

Berikan vote untuk artikel ini!

Tags:

Author: 

Owner, penulis merangkap editor di Jeripurba.com yang menyukai dunia teknologi dan otomotif.

author
Copyright by:
Jeripurba.com copyright